Kabar dari titik tengah Indonesia.

| Story | No Comments

DESA UMPUNGENG, SOPPENG, SULAWESI SELATAN. Ada yang menarik dalam pergelaran IOX Celebes 2017 kali ini. Selain para peserta disuguhi oleh jalur yang sangat melelahkan selama belasan hari, ternyata peserta juga diberikan kesempatan untuk dapat melihat dari dekat desa yang konon merupakan titik sentral Indonesia di kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan permainan navigasi, para peserta diwajibkan dapat mencapai titik navigasi yang ditentukan salah satunya adalah Desa Umpungeng. Desa yang terletak kurang lebih 1000 meter diatas…

Simulasi permainan yang menentukan jalur.

| Story | No Comments

Kendari, 6 Oktober 2017. Memindahkan barang dari kendaraan ke seberang sungai lantas dikembalikan lagi ke kendaraan, menjadi simulasi kegiatan ioxcelebes pagi tadi. Para peserta diajak berimajinasi di alam sesungguhnya. Dengan kon sebagai batu besar, garis kapur yang di coret diatas paving blok sebagai batas sungai, simulasi ini mejadi salah satu penentu bagi tim-tim yang akan menjelajahi belantara Celebes. Kesiapan dan kekompakan tim menjadi nilai yang utama. Selain kendaraan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Pemeriksaan Kendaraan peserta IOXCelebes 2017

| Story | No Comments

Kendari, 5 Oktober 2017 Gelaran akbar tahunan Indonesia Offroad Expedition akan segera di mulai dalam hitungan hari. Perjalanan yang akan menempuh jarak sekitar 1500 km ini di mulai dari Ibukota provinsi Sulawesi Tenggara Kendari menuju Makassar Sulawesi Selatan dalam 16 hari kedepan dengan nama IOXCelebes 2017. Diikuti oleh sekitar 70 kendaraan bergardan ganda dengan 253 peserta, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan para pecinta petualangan khususnya dalam dunia offroad di tanah air. Sebelum melakukan perjalanan panjang,…

Bertahan menembus jalur neraka Pegunungan Meratus (Bag. Pertama)

| Story | No Comments

MERATUS EXPEDITION 2016. Tapung tawar diberikan kepada beberapa peserta diteras gubernuran Kalimantan Selatan saat pelepasan peserta Meratus Expedition 2016. Beberapa bunga, air dan dupa yang di tampung dalam benjana kuningan berwarna keemasan dan airnya dipercikan pada beberapa bagian tubuh peserta seperti rambut, bahu kanan dan kiri, tangan kanan dan kiri, serta kaki kanan dan kiri kepada beberapa perwakilan peserta. Simbol itu diyakini menjadi penangkal bala setelah doa-doa keselamatan dipanjatkan.