was successfully added to your cart.

Give your website a premium touchup with these free WordPress themes using responsive design, seo friendly designs www.bigtheme.net/wordpress
Bertahan menembus jalur neraka Pegunungan Meratus (Bag. Pertama)

Bertahan menembus jalur neraka Pegunungan Meratus (Bag. Pertama)

By October 4, 2017 Story No Comments

MERATUS EXPEDITION 2016.

Tapung tawar diberikan kepada beberapa peserta diteras gubernuran Kalimantan Selatan saat pelepasan peserta Meratus Expedition 2016. Beberapa bunga, air dan dupa yang di tampung dalam benjana kuningan berwarna keemasan dan airnya dipercikan pada beberapa bagian tubuh peserta seperti rambut, bahu kanan dan kiri, tangan kanan dan kiri, serta kaki kanan dan kiri kepada beberapa perwakilan peserta. Simbol itu diyakini menjadi penangkal bala setelah doa-doa keselamatan dipanjatkan.

Pegunungan Meratus merupakan jejeran bukit yang membelah provinsi Kalimatan Selatan menjadi dua, dengan panjang jarak bentangan kurang lebih 600 km. Meratus Expedition 2016 dimulai dari Kabupaten Banjar Baru dan berakhir di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu selama delapan hari dengan diikuti oleh sekitar 86 kendaraan bergardan-ganda. Kegiatan ini diharapkan membuka informasi bagi potensi pariwisata yang terdapat di Kalimantan Selatan, dan menjadi tujuan wisata petualangan, dikarenakan jalur yang akan dilewati memiliki banyak rintangan. Dengan jalur bekas jalan industri logging yang telah tertutup belukar diharapkan juga dapat membuka akses jalan bagi masyarakat setempat. Tidak kurang 350 peserta dari seluruh propinsi di Indonesia yang terlibat dan akan menempuh jarak kurang lebih 350 kilo meter selama 8 hari.

Teras gubernuran Kalimantan Selatan menjadi meriah saat tarian-tarian mulai dimaikan. Tari Radap Rahayu membuka acara sebagai tari penyambutan dan penghormatan bagi tamu yang sudah datang datang dari jauh. Dengan baju kurung berwarna kuning, lima wanita menari dengan gemulai. Tidak kalah menariknya juga tarian yang dimainkan oleh para lelaki Dayak dengan tari Mandau. Gerakannnya seperti sedang mangasah, berburu dan berperang.

Tak lupa juga dengan penanaman pohon sebagai salah satu acara dalam kegiatan. Di sekitar halaman kantor gubernur penanaman pohon pun dilakukan oleh gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan di ikuti oleh peserta lainnya sebelum bendera start di kibarkan. ( bersambung )