was successfully added to your cart.

NANGA BADAU, (19/3) ANTARA—Para peserta Indonesia 4X4 Expedition: Hulu Kapuas Border dikejutkan dengan pengunduran Wahyu Tamaela beserta kru-nya dari Ekspedisi begitu tim mencapai perbatasan Indonesia-Malaysia di Nanga-Badau, 170 km timur laut Putussibau, ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu (19/3).

Ekspedisi ini dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 26 Maret 2011, yaitu saat rombongan kembali mencapai Pontianak setelah berangkat dari Kota Equator itu Rabu 16/3. Wahyu dan kru, yaitu Ketut Master, Putu Lenceng, dan Mustakim, berpamitan dengan seluruh anggota rombongan, tak terkecuali dari Insuhendang, pemimpin Ekspedisi, dan Greeffion Kamil, wakil pemimpin Ekspedisi ketika tim tiba di lapangan kecil lokasi satu patok perbatasan.

Kepada Novi Abdi, wartawan LKBN Antara yang menyertai rombongan, Wahyu berkata ia mencukupkan kepesertaannya sampai Nanga Badau karena misinya sudah selesai. “Offroadnya sudah selesai, saya harus kembali segera,” katanya. Tidak ada penjelasan tentang misi apa yang dimaksud Wahyu karena yang bersangkutan bergegas naik ke Toyota VX LandCruisernya dan berlalu—meninggalkan rombongan yang masih terheran-heran.

KECAMATAN PERBATASAN

Sebelumnya rombongan Indonesia 4X4 Ekspedition: Hulu Kapuas Border mencapai Nanga Badau setelah bertolak dari Dusun Sadap, Benua Martinus, tepat pukul 07.30 WIB. Di dusun ini para peserta telah menggelar bakti sosial berupa pengobatan dan penanaman pohon gaharu, durian, dan tengkawang di batas Taman Nasional Betung Kerihun.

Perjalanan dari Sadap ke Nanga Badau dimulakan lebih pagi dari rencana sebelumya yang pukul 10.00 WIB untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi jalan yang memburuk karena hujan yang turun di kawasan Sadap dan Lanjak dalam dua hari terakhir. Jarak antara dua tempat ini lebih kurang 80 km, dengan kondisi jalan kombinasi antara jalan tanah padat, jalan perkerasan pasir dan batu, aspal yang terkelupas, dan aspal yang mulus saat memasuki Nanga Badau. Pada jalan tanah selepas Lanjak banyak lubang-lubang dalam yang membuat mobil meliuk-meliuk pelan menghindari lubang-lubang tersebut.

Diseling dengan waktu istirahat sarapan pagi, dan beberapa kali berhenti untuk regrouping, tim mencapai Nanga Badau dan disambut Muspika Nanga Badau, yaitu Camat Ahmad Salafuddin, Kapolsek Kompol Dwi Hartono, Danramil Letda Mughni, dan Komandan Pos Perbatasan Kelawit Letda Inf Sawira dari Kompi Batalyon 641 Beruang.

Setelah ramah tamah dan makan siang, tim segera menuju perbatasan dengan Malaysia, pada titik patok dimana tim akan menggelar upacara bendera pada Minggu pagi. “Kami bermalam di titik ini. Di sini juga kami mengganti tiang bendera dari kayu dengan yang dari logam agar lebih kuat,” pungkas Fionk. (Novi Abdi-Antara)