was successfully added to your cart.
Category

Story

Kamar Kerja Menjelang Malam

By | Story

Ah… nyamuk banyak sekali malam ini, apa karena aku belum mandi? Ngga la yau ! yang jelas udara malam ini memnag begitu panas, gerah orang betawi bilang. Mau pasang Ac di ruang kerja ngga tega, karena kasian sama bumi yang sudah mengeluh, mengeluh dalam hati betapa beratnya menahan sinar matahari yang langsung menampar kulitnya. Ku buka jendela ruang kerjaku lebar-lebar siapa tahu ada sedikit harapan membuang rasa panas udara malam ini. Hm… angin sejuk selintas menghampiriku, betapa nikmatnya masih dapat merasakan kesejukan alami walau terkadang diringi oleh beberapa ekor nyamuk yang tak tau diri.

Berdiri di depan jendela kamar, sebatang rokok menemaniku, sambil melirik kerumah tetangga, seperti biasa tetangga di sebelah rumah pasti sudah tiarap semua
Read More

Takdir Di Area Rongsokan Parung

By | Story

Area rongsokan Parung yang terkenal itu, beberapa mobil tua tampak murung. Sepertinya mereka sedang menunggu takdir tuk di ekseskusi mati. Dengan garang para pekerja melakukan tugasnya mencabut nyawa mereka satu persatu.

Terlihat para pekerja berjalan sambil membawa peralatan kerja tuk memulai pekerjaan rutinnya, sang VW Merah semakin sedih karena hari ini adalah waktu untuk mengeksekusinya dan beberapa menit kemudian tanpa pikir panjang sang pekerja mulai mencabuti satu persatu bagian tubuhnya.

Read More

Untung Bikin Goblok

By | Story

Ngga tau mau mulai nulis dari mana, coba mainkan remot televisi pencet saluran satu isinya hanya dendangan lagu laku dan goyangan seksi layaknya selebriti inilah acara pavorit mengisi acara malam di televisi tuk menjebak konsumsivitas penonton mengirimkan pulsa secara sia-sia. Ada ada aja ya nyari duitnya…. Mata mulai layu karena lelah oleh debu jalan raya akibat jeleknya kualitas aspal jalan negeri ini yang berterbangan menyelinap masuk dalam celah-celah sempit jendela kaca helm tanpa malu-malu memberikan rasa perih.

Mata perih pancarkan warna kemerahan setelah di kucek-kucek tuk antispasi menjaga konsentrasi bermanufer menghindari lubang-lubang selebar kubangan kerbau di jalan raya yang menganga menanti mangsa pengendara motor yang lengah dan lelah tuk jatuhkan diri dalam pelukkannya melaju berhati-hati tuk tiba di rumah idaman Read More

Mengunjungi air terjun tanpa nama di Hulu Kapuas Kalimantan Barat

By | Story

Perjalanan satu jam terpanggang matahari tepat di garis edarnya dengan naik perahu bermesin 20 PK di Sungai Embaloh, plus terpeleset di atas batuan tajam dan licin di anak sungai tak bernama itu mendapatkan ganjarannya. Itulah dia. Air terlontar dari ketinggian tak kurang dari lima belas meter dan jatuh mengikuti tegakan tebing batu. Uap air mengambang di udara, melayang dari buih-buih yang memecah putih.

Dari ketinggian, sinar matahari menerobos dari pucuk-pucuk pepohonan. Jatuh miring dari matahari Read More

Indonesia Raya di Perbatasan Malaysia

By | Story

NANGA BADAU (20/3) Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang gagah di patok tapal batas Indonesia-Malaysia di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, 150 km barat Putussibau, Kalimantan Barat, Minggu pukul 07.00 pagi (20/3). Sambil tegak memberi hormat kepada Sang Saka Merah Putih yang perlahan dikerek naik, para offroader peserta Indonesia 4X…4 Expedition: Hulu Kapuas Border, menyanyikan Indonesia Raya dengan sepenuh hati.

Suasana khidmat dan mengharukan meliputi para peserta saat melihat bendera dinaikkan oleh Frans, offroader senior asal Riau. “Sungguh mengharukan. Saya menitikkan air mata. Terakhir saya ikut upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya ada 20 tahun yang lalu, saat SMA,” kata Yulkaisa, peserta Ekspedisi dari Padang, Sumatera Barat. Read More

Capai Nanga Badau Satu Peserta Balik Arah

By | Story

NANGA BADAU, (19/3) ANTARA—Para peserta Indonesia 4X4 Expedition: Hulu Kapuas Border dikejutkan dengan pengunduran Wahyu Tamaela beserta kru-nya dari Ekspedisi begitu tim mencapai perbatasan Indonesia-Malaysia di Nanga-Badau, 170 km timur laut Putussibau, ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu (19/3).

Ekspedisi ini dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 26 Maret 2011, yaitu saat rombongan kembali mencapai Pontianak setelah berangkat dari Kota Equator itu Rabu 16/3. Wahyu dan kru, yaitu Ketut Master, Putu Lenceng, dan Read More