was successfully added to your cart.

Indonesia Raya di Perbatasan Malaysia

By April 9, 2011Story

NANGA BADAU (20/3) Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang gagah di patok tapal batas Indonesia-Malaysia di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, 150 km barat Putussibau, Kalimantan Barat, Minggu pukul 07.00 pagi (20/3). Sambil tegak memberi hormat kepada Sang Saka Merah Putih yang perlahan dikerek naik, para offroader peserta Indonesia 4X…4 Expedition: Hulu Kapuas Border, menyanyikan Indonesia Raya dengan sepenuh hati.

Suasana khidmat dan mengharukan meliputi para peserta saat melihat bendera dinaikkan oleh Frans, offroader senior asal Riau. “Sungguh mengharukan. Saya menitikkan air mata. Terakhir saya ikut upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya ada 20 tahun yang lalu, saat SMA,” kata Yulkaisa, peserta Ekspedisi dari Padang, Sumatera Barat.Perasaan serupa juga diungkapkan Hendrik Badu, offroader senior dan salah satu pendiri Indonesian Offroad Federation (IOF). Hendrik di daulat menjadi komandan upacara. “Ternyata kalau sudah di negeri orang, atau setidaknya di dekat negeri orang seperti di perbatasan ini, rasa kebangsaan itu muncul dengan hebat. Saya harus menahan emosi agar tetap bisa memimpin upacara dengan baik dan tenang,” kata Hendrik. Selain para peserta Eksepedisi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, upacara ini juga dihadiri Camat Nanga Badau Ahmad Salafuddin, Danramil Letda Inf Mugheni, Kapolsek Kompol Dwi Hartono, dan Komandan Pos Perbatasan Kelawit Letda Inf Sawira dari Kompi Batalyon 641 Beruang.
Upacara pengibaran bendera ini sepenuhnya inisiatif para peserta yang kini tinggal berjumlah 19 orang dan 5 mobil. Seluruh perangkat upacara, mulai dari inspektur upacara, pengerek bendera, komandan upacara, hingga protokol berasal dari para peserta sendiri. Bendera dibawa dan dinaikkan oleh Frans dari Pekanbaru, Riau, pembawa bendera Juni Kemal (Sumatera Barat), dan dr Silver Purba, dokter Batak yang tinggal di Jakarta. Sehari sebelumnya, begitu tiba di Nanga Badau, tim mengganti tiang bendera kayu yang terpancang di dekat patok perbatasan Indonesia-Malaysia. Tiang bendera dari besi dan dicat putih tebal dibawa langsung dari Jakarta.
“Tak ada yang istimewa dari upacara bendera sebetulnya, tapi dalam suasana seperti ini, upacara ini benar-benar mengindonesiakan kita, mengingatkan kita akan kebangsaan kita, Indonesia,” kata Greeffion Kamil, wakil ketua Eksepedisi. Indonesia 4X4 Expedition: Hulu Kapuas Border berlangsung sejak 16 Maret 2011. Tim berangkat dari Pontianak, Kalimantan Barat, setelah dilepas Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Safaruddin dan mantan Kapolri Jenderal Polisi Roesmanhadi, yang sedianya juga menjadi peserta.