was successfully added to your cart.

Pagatan, 24/4/18. Semangat untuk mencatat baik lewat foto, video maupun tulisan. Kehadiran media di kegiatan offroad expedisi sangat menjadi utama, jika gambar dan cerita bisa saling melengkapi. Cerita hari perhari yang dirangkum menjadi cerita dokumentasi seharusnya bisa menjadi nilai tambah bagi kegiatan tersebut.    Tak luput pula dari usaha keras pada awak media juga kendaraan yang dipergunakkannya.

Dalam Meratus ketiga ini, saya menjadi tukang foto yang harus berjalan berkilo-kilo mencari dan menunggu moment keren apa saja yang pantas bagi berita dan cerita. Panas yang membakar kulit hingga cucuran keringat sebesar biji jagung selalu membasahi badan. Keringat menjadi teman saat kaki melangkah meter demi meter mendaki mengejar moment terbaik.

Tidak hanya panas, hujan juga menjadi masalah lain saat berada jauh diluar kendaraan atau tenda. Jas hujan atau raincoat tak dapat menyelamatkan badan apalagi alat-alat memotret atau video, karena semua barang tersebut rentan rusak jika bersinggungan dengan air. Kelembaban juga menjadi masalah tersendiri pada kamera digital. Karena akan membuat peralatan terutana lensa rentan akan jamur saat embun dan dinginnya cuaca menjadi menu setiap malam.

Fisik dan mental menjadi utama. Kuat secara fisik karena harus berjalan naik atau turun berulang kali, bertahan dari panas dan dinginnya cuaca dalam belantara karena dua kondisi tersebut tidak dapat diprediksi datang dan perginya. Mental harus benar-benar kuat jika memang harus berada berlama-lama dalam belantara karena sesuatu yang terjadi. Selain semua itu yang tak kalah pentingnya adalah kendaraan pengangkut kami yang harus benar-benar tangguh. Selain kendaraan yang sehat juga pengemudi dan asistennya yang harus benar-benar mengerti teknik-teknik berkendara dan recovery dalam kegiatan offroad ekspedisi. Juga instalasi kelistrikan yang sempurna karena memang dibutuhkan untuk men-charger baterai kamera bahkan laptop.

Awak media mumpuni, kendaraan tangguh, personil kendaraan yang sudah mahir juga masih tak akan dapat menyelesaikan perjalanan jika kerjasama dengan peserta tidak terjalin. Dengan kondisi trek yang sulit dan keterbatasan kru tentunya kerjasama dengan peserta lain, baik yang didepan maupun dibelakang menjadi utama, namun sayangnya ada peserta enggan jika keberadaan kendaraan media berada pada barisannya. Dengan alasan kendaraannya takut rusak, atau memang kendaraannya sudah mulai rusak sehingga jika di tandemkan dengan kendaraan media bakal menjadi rusak di perjalanan.

Memang, memperbaiki kendaraan didalam trek menjadi masalah tersendiri dan akan menyita waktu, sehingga kebanyakkan peserta kuatir akan tertinggal. “Kendaraan menjadi panjang,” merupakan ungkapan yang sering didengar, walau kedengarannya sambil bercanda tetapi tetap dapat diterima sebagai penolakkan untuk kendaraan media dapat dicantolkan. Namun, bagi satu kegiatan offroad ekspedisi keberadaan media harusnya mendapat tempat khusus, semua peserta harus bisa berbesar hati menerima keberadaannya.

Tolong menolong akan menjadi cerita yang tak akan habis di ceritakan, belum lagi gambar-gambar luar biasa akan tercipta juga tak akan hilang dalam ingatan. Dan yang terpenting adalah mengejar tujuan yang sama yaitu, mencapai garis finish yang sama dengan foto-foto yang indah untuk diceritakan kepada dunia.